Berkenalan Juga dengan Bisnis Analis



Masih melanjutkan artikel sebelumnya tentang siapa aja yang terlibat di dalam software development life cycle, kali ini kita akan membahas atau mengenalkan peran yang lain yaitu bisnis analis.


Di dalam kebanyakan kasus penerapan atau pengembangan teknologi, taukah kamu bahwa sebenarnya teknologi itu hanya alat bantu dari sebuah solusi atas sebuah tantangan bisnis ? Oleh karena itu pemahaman atas suatu masalah (kebutuhan) menjadi penting untuk menentukan teknologi ataupun solusi yang akan diberikan. Di dalam video kali ini konteks tantangan kita adalah tantangan dalam dunia bisnis.


Disinilah peran bisnis analis. Bisnis analis akan berperan sebagai jembatan antara bisnis (pemilik kebutuhan) dan teknologi / aplikasi (sebagai solusi kebutuhan tadi).


Nah buat kamu, jangan kemana mana dulu karena siapa tau kamu bisa berkarir di salah satu profesi yang sangat populer di era digital ini.


Siapa itu Bisnis Analis (BA)

Mari kita berkenalan dengan "Bisnis analyst"

Secara sederhana "Bisnis analyst" adalah orang yang melakukan kegiatan analisa bisnis :) 

Namun sekarang pertanyaannya "Analisa bisnis" itu apa ?

Analisa bisnis adalah suatu kegiatan yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam suatu bisnis / perusahaan dengan cara mendefinisikan suatu kebutuhan

Dan merekomendasikan solusi yang bernilai atas kebutuhan tadi, tapi ingat ya "Solusi yang bernilai" jadi bukan solusi asal asalan.

Jadi si BA ini membantu perusahaan untuk dapat mengeluarkan kebutuhan dan alasan kenapa hal tersebut dibutuhkan, dan selanjutnya mendesign dan menggambarkan solusi kepada para pemangku kepentingan.


Apa saja tugas tugas BA?

Selanjutnya buat kamu yang bercita cita menjadi seorang ba, mari kita lihat beberapa tugas  yang diemban seorang BA.


1. Memahami tujuan bisnis dari entitas atau project yang ditanganinya,

Apakah itu pengembangan baru, atau improvement dari produk yang sudah berjalan.


2. Mengumpulan seluruh permintaan dari para user. (requirement gathering)

Requirement gathering adalah proses pengumpulan kebutuhan pengguna. Kebutuhan ini bisa berupa proses, fungsi, system, teknik, dll.


Requirement Gathering Tips

  • Gali informasi sebanyak mungkin
  • Selalu bertanya alasan atau tujuan dibalik setiap keinginan pengguna.
  • Minta contoh input atau output dari keinginan pengguna.


Tools Requirement Gathering

  • Catatan
  • Voice notes (rekaman meeting/wawancara)

Output

  • Minutes of meeting
  • Audio/recording

Document to be obtain

  • SOP
  • Input/output document dari kegiatan operasional harian


3. Requirement analysis & design

Requirement analysis ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya;

Identifikasi masalah, memisahkan antara kebutuhan vs keinginan, atau budaya perusahaan.

Selalu mencari alasan dari setiap kebutuhan.

Mengindentifikasi kepentingan berdasarkan stakeholder terutama yang memiliki dampak besar terhadap project.

Melakukan konfirmasi atau persamaan persepsi dengan para pengguna.

Menurunkan setiap kebutuhan kedalam suatu list fitur.

Membuat business process modelling (bpm) atau pemodelan proses bisnis (ppb) merupakan diagram yang umum mewakili urutan kegiatan secara implisit berfokus pada sebuah proses, tindakan dan kegiatan (job). Sumber daya (resource) yang digambarkan dalam ppb menunjukkan bagaimana mereka akan diproses.


 Tools that I use

  • Mind map
  • Ez draw (Visio alternative) 
  • Balsamic atau Excel

Output document

  • List of user story
  • List of features
  • BPM/PPB
  • UI mockup
  • BRD


6. Melakukan brainstorming dengan team technical agar mereka memahami solusi yang ingin diberikan oleh BA, berikut dengan teknologi apa yang akan digunakan untuk membangun solusi tsb. Pada tahapan ini biasanya ba akan berkordinasi dengan Sistem Analis (SA). (kalau kamu ga tau siapa itu SA, coba liat artikel sebelumnya)


7. Melakukan kontrol atas solusi yang dibangun team technical, dan memberikan saran saran perbaikan jika dibutuhkan 


8. Mempresentasikan solusi kepada client.

Perlu diingat dalam memberikan suatu solusi seorang BA akan terikat kepada beberapa batasan seperti : anggaran, time limit (schedule) dan jumlah resource.

Solusi terbaik adalah solusi yang mampu memenuhi kebutuhan user dan juga sesuai dengan budget dalam bentuk harga ataupun waktu :)

Jadi percuma kalau solusi ba canggih tapi harganya selangit dan pengerjaannya membutuhkan waktu 1000 tahun :)


Skill yang dibutuhkan seorang BA


Ga terbatas pada hal-hal berikut, tapi ada beberapa skill yang harus dikuasai oleh seorang bisnis analis.


1. Skill komunikasi ini adalah skill pertama yang harus dimiliki oleh seorang ba, karena tugasnya yang membutuhkan komunikasi dengan banyak pihak, tanpa skill ini requirement gathering, kordinasi dan perannya sebagai jembatan antara client dan internal team  mustahil untuk bisa dilakukan.


2. Berpikir analitis dan mampu menyelesaikan setiap masalah

Orang yang bekerja di posisi ini pasti akan menghadapi banyak tantangan. Untuk mengatasi itu, diperlukan kemampuan memroses beragam informasi, melakukan evaluasi, dan menemukan solusi atas suatu tantangan atau permasalahan.


3. Pengembangan produk

Untuk menjadi Business Analyst, dibutuhkan kemampuan dasar dalam pengembangan produk.

Beberapa syarat yang masuk dalam pengembangan produk adalah product requirements, product analysis, dan engineering requirements. 

Pengetahuan dalam tiga aspek tersebut harus mendalam. Karena, selain saling berkaitan dalam pengembangan produk, tiga hal tersebut adalah ilmu dasar untuk duduk di posisi tersebut. 

Selain itu, mereka juga dituntut untuk tidak mudah menyerah dan memiliki pola pikir terstruktur untuk dapat menyelesaikan masalah.

Hal ini dikarenakan setiap tantangan yang dihadapi biasanya bersifat kompleks.


4. Kemampuan hitung-hitungan beserta perangkat lunaknya

Mayoritas masalah yang akan dihadapi oleh Business Analyst adalah angka dan proses. Entah itu mengukur prospek keuntungan sebuah produk atau marjin antara pengembangan dan pemasukan dari produk yang dimaksud.

Kemampuan hitung-hitungan saja tidak akan cukup. Mereka juga dituntut untuk memahami perangkat lunak yang akan rutin digunakan, seperti spreadsheet, program database, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan keuangan.


Kualifikasi dan Latar Belakang

Sekarang mari kita masuk ke kualifikasi dan latar belakang pendidikan seorang bisnis analis.

Untuk jadi seorang bisnis analis ga selalu dari jurusan pendidikan tertentu, biasanya tergantung kebutuhan pasar atau perusahaan atau project yang akan dijalankan atau produk yang akan dibangun. Contoh; project tentang transportasi bisa jadi project akan meng-hire seseorang yang berpengalama di industri tersebut tentunya dengan mempertimbangkan keahlian yang sudah kita sebutkan sebelumnya.

Tapi ga jarang juga seorang bisnis analis berasal dari jurusan informasi teknologi atau jurusan teknik.

Di luar pendidikan formal, beberapa lembaga non-profit internasional ada yang menyediakan course atau training singkat untuk posisi ini.

Salah satu yang cukup terkenal adalah the international institute of business analysis (iiba). Institusi ini membuka dua kelas, yakni sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesional.


Sekarang kita ngomongin gaji.

Gaji seorang Bisnis Analist cukup variatif. Tergantung level keahlian ataupun project yang ditangani.

Ada yang dibayar bulanan, bahkan ada yang perhitungan gajinya berdasarkan jam.

Gaji yang diterima bisa mulai dari 10jutaan, 20jutaan, bahkan untuk project besar yang nilainya miliyaran rupiah, yang biasanya perusahaan akan meng-hire konsultan bisnis bonafit yang nilainya bisa miliyaran rupiah juga. 

Popular Posts